Kamis, 26 November 2009

Bagaimana islam menghormati wanita


Saudaraku, tahukah kalian bagaimana dlu bangsa arab memperlakukan wanita dalam masalah pernikahan. Dalam suatu riwayat dijelaskan bagaimana masyarakat arab melangsungkan pernikahannya, dan sungguh apa yang mereka lakukan sama seperti binatang! bahkan lebih rendah dari binatang. Imam bukhori dan abu daud meriwayatkan dari urwah bin zubair bahwa Aisyah r.a. pernah memberitahu dirinya "Pada masa jahiliyah, ada empat kategori pernikahan:
1. Dengan cara pernikahan islam sekarang

2. Pernikahan dengan cara pihak laki2 (sang suami) mengungkapkan kepada istrinya-setelah suci dari haid- " berikan surat ini kepada si fulan, lalu mintalah ia agar menyetubuhimu". kemudian sang suami meninggalkan dan tidak menyentuh sang istri, hingga ia mengetahui bahwa sang istri telah dihamili oleh laki2 yang didatanginya. setelah terbukti hamil , sang suami dapat menyetubuhi sang istri jika ia memang menghendaki. hal itu dilakukan agar mendapat anak pilihan. pernikahan ini dikenal dengan istilah pernikahan istib'adh

3. Pernikahan dengan cara kurang dari sepuluh orang laki2 menyetubuhi seorang wanita. jika ternyata hamil dan melahirkan, maka beberapa hari setelah melahirkan, sang istri mengirim surat kesemua laki2 tersebut. tidak satupun diantara mereka yang bisa mengelak hingga mereka semua berkumpul menemui sang istri. sang istri akan berkata kepada mereka " kalian sudah tahu apa yang telah kalian perbuat terhadap diriku. sekarang aku telah melahirkan dan ini adalah anakmu, Fulan- sang istri menyebut sekehendaknya satu orang diantara mereka! anaknya pun menjadi anak orang yang ditunjuk sang istri dan tidak dapat ditolak.

4. Pernikahan dengan cara beberapa orang berkumpuil untuk menyetubuhi sang wanita dan setiap orang yang datang tidak bisa ditolak oleh sang wanita. merekalah yang dikenal dengan para pelacur. Pada zamannya, mereka menancapkan bendera didepan pintu rumah masing2 sebagai tanda. Siapapun yang berkeinginan diperbolehkan masuk. jika sang wanita hamil dan melahirkan, semua laki2 yang pernah menyetubuhinya dipanggil oleh para ahli nasab. selanjutnya, anak wanita tersebut dinisbatkan dan diberi nama dengan nama laki2 yang ditentukan oleh para ahli nasab dan sang suami tidak bisa mengelak. Dan bagaimana Islam menjujung tinggi nilai sebuah pernikahan?? Berikut adalah hadist rasulullah tentang pernikahan

“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari)

“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang” (HR. Abu Ya'la dan Thabrani)

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)

“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)

“Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain” (Al Hadits)


Subhanallah.. sungguh indah bukan!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar